Artikel Terbaru

Yadnya Peyangga Tegaknya Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Kehidupan beragama di Bali tidak akan pernah lepas dari yang namanya upacara, banten, tradisi, budaya, dan sebagainya, seolah olah tidak ada sekat pemisah antara agama dan kebudayaan. Memang benar bahwa agama yang diterapkan di Bali memiliki penampakan yang sangat berbeda dengan agama Hindu yang ada di India, namun memiliki esensi dan tujuan yang sama. selengkapnya

"Punarjanma" Membentuk Insan Menjadi Manusia

kategori: Artikel Baru
Punarjanma masih tetap menjadi sesuatu yang aneh bagi banyak orang. Jika umat Hindu atau para penganut ajaran Veda yang "terperangkap" dalam keraguan tersebut, tentu saja segera harus mengakui diri sedang berada dalam kegelapan avidya alias dirinya masih terjauhkan dari sentuhan-sentuhan ajaran suci Veda. Kegelapan hanya dapat dijauhkan bukan dengan mengusir kegelapan, melainkan dengan menyalakan lampu penerang. Kegelapan avidya tidak dapat diusir melainkan orang dapat menyalakan "vidya jyoti" atau "jhana jyoti", (lampu penerang) berupa ilmu pengetahuan suci. selengkapnya

Sepuh, Sesepuh, dan Ajisepuh

kategori: Artikel Baru
Memang benar kata orang Jawa bahwa ‘tua’ itu memiliki banyak makna. Kata ‘tua’ dalam bahasa Jawa disebut sebagai ‘tuwa’ atau dalam tingkat tutur yang lebih tinggi disebut dengan istilah ‘sepuh’. Dalam terminologinya, masyarakat Jawa sering membedakannya dalam tiga istilah yang berbeda, yaitu: sepuh, sesepuh, dan ajisepuh. selengkapnya

Tutur Tantular

kategori: Artikel Pilihan
Kata-kata di atas nampak seperti judul sinetron laga “Tutur Tinular” yang saat ini sedang tayang di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Sebuah sinetron laga yang mengisahkan cerita dari para leluhur pada zaman Hindu (Majapahit) di abad lampau. Tutur Tantular yang dimaksudkan dalam tulisan ini juga masih terkait dengan zaman Majapahit yang kejayaannya telah dikenal seantero jagad pada masa itu. Akan tetapi sayangnya, saat ini sudah banyak manusia Indonesia yang lupa akan sejarah tersebut. selengkapnya

Indahnya Perbedaan

kategori: Artikel Pilihan
Tuhan itu memang luar biasa. Maha Ada dan Maha Kreatif. Bayangkan dari hampir 8 (delapan) milyar manusia yang hidup di muka bumi ini, tidak ada satupun manusia yang wajahnya persis sama. Bahkan mereka yang terlahir kembarpun wajahnya tidak sama, minimal sidik jarinya pasti berbeda. Ini merupakan rahasia Tuhan yang tidak perlu dipertanyakan dan dipertentangkan. Hal ini berarti bahwa Tuhan sendiri sebagai pencipta alam semesta ini sangat menyukai perbedaan. Lalu kenapa manusia yang merupakan ciptaan Tuhan, justru sering mempertentangkan soal perbedaan yang ada?. Pertanyaan ini perlu kita renungkan dalam-dalam. selengkapnya

AIR SUCI

kategori: Artikel Baru
Pada masyarakat Bali dibedakan dua jenis air yaitu, air yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (profan) dan juga air yang digunakan untuk kebutuhan upacara agama (sakral). Dalam kitab Rg. Weda, X.17.10 disebutkan demikian: "semogalah air suci ini menyucikan kami bercahaya gemerlapan. Semogalah. pembersih ini membersihkan kami dengan air suci. Semoga air suci ini mengusir segala kecemeran. Sungguh kami bangkit memperoleh kesucian darinya". selengkapnya

Hakikat Hari Suci Nyepi dan Implementasi dalam Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Hari suci keagamaan selalu menempati posisi tersendiri dalam kehidupan manusia dan memiliki makna kesucian yang diorientasikan pada kesempurnaan dengan ajaran-ajaran kerohanian yang berasal dari wahyu Tuhan. Karena onentasi tersebut dimensi hari raya agama tersebut bersifat vertikal. Agama apapun mengajarkan satu kesunyataan yakni Kebenaran. Demikian halnya dengan agama Hindu yang memiliki hari raya keagamaan yang dikelompokkan berdasarkan sasih/bulan dan pawukon/wuku ke dalam dua kelompok besar, diantaranya adalah Nyepi, yang akan kita rayakan di bulan Maret tahun ini. selengkapnya

Pasraman di Lintas Zaman

kategori: Artikel Pilihan
Orang tua wajib membesarkan anak-anaknya. Tidak hanya membesarkan badan, tapi orang tua juga bertanggungjawab membangun mental dan jiwanya. Pembangunan itu terus berlanjut hingga tingkat dewasa. Dewasa menurut Hindu adalah ketika anak telah mencapai usia 25 tahun. Masa ini disebut masa belajar atau brahmacari. Pada masa inilah anak-anak ditempa sampai ia mampu hidup dan berkehidupan, dan siap memasuki jenjang kehidupan selanjutnya, grhasta. selengkapnya

Tradisi yang 'Mentradisi'

kategori: Artikel Baru
Umat agama lain sering memvonis agama Hindu di Indonesia sebagai agama tradisi atau agama bumi, bukan agama wahyu seperti agama-agama buku. Maklumat itu sering disampaikan secara oral maupun literer. Apa daya? Agama Hindu di Indonesia memang multikultur, memang jamak dalam hal tata cara. Ada yang bersembahyang dipura, di altar pemujaan sendiri, bahkan di gua-gua dan gunung-gunung. Bukan di rumah ibadah yang seragam seperti agama-agama lain. Ada pura yang berisi puluhan palinggih, ada yang sedikit bisa dihitung dengan jari. selengkapnya