Artikel Terbaru

Niti Yoga

kategori: Artikel Pilihan
Seorang pemimpin yang baik adalah sekaligus ia yang mahir dalam Yoga. Rsi Chanakya mengindikasikan hal ini dalam karyanya Kautilya Niti Sastra, sebagaimana kutipan di atas. Chanakya mengatakan bahwa seorang pemimpin mesti memiliki paling tidak empat kualifikasi di dalam dirinya, yakni: pertapa, orang yang telah puas dalam kehidupan duniawi, mereka yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan welas asih tanpa batas. Jika tidak demikian, pemimpin yang ada akan menjadi sekedar penguasa, bukan pelayan selengkapnya

Agama dan Negara

kategori: Artikel Baru
Sastra leluhur Itihasa Mahabharata menorehkan, Panca Pandawa bersama Krsna mendirikan kerajaan Indraprastha kerena kerakusan dan ketamakan Duryodana yang mempengaruhi ayahnya Drstaratha ingin menguasai Hastinapura. Namun negeri Indraprastha bersama rakyatnya gemah ripah loh ginawe, bahkan mampu melakukan upacara Rajasuya. selengkapnya

Wanita Hindu: Panca Kanyam

kategori: Artikel Baru
Jangan ditanya soal prenatal education (pendidikan bayi dalam kandungan), agama Hindu telah melakukannya sejak awal peradaban. Pada saat wanita dalam keadaan hamil, suami dan keluarga menyanyikan sloka pilihan kitab Itihasa dengan sepenuh hati dihadapannya. Harapannya, bayi yang bersemayam di dalam kandungan dengan penuh sukacita menyimaknya selengkapnya

Ramayana dan Mahabharata: Antara Dongeng dan Kenyataan

kategori: Artikel Baru
“ITIHASA dikatakan sebagai Itihasa karena ia memuat cerita-cerita yang sudah pernah terjadi sebelumnya. Pemaparan kejadiannya nyata (yang sudah pernah terjadi) tersebut dipergunakan untuk menyampaikan ajaran-ajaran mulia perihal dharma (kewajiban-kewajiban suci), artha (mengumpulkan uang dan harta benta), kama (pemenuhan keinginan-keinginan), dan moksa (pembebasan abadi dari kesengsaraan). selengkapnya

Sekelumit Jaya Baya

kategori:
Kaliyuga, bila sama dengan zaman kali dalam Hindu barangkali serupa dengan zaman edan menurut Rangga Warsita. Ciri-ciri zaman edan disebutkan, antara lain benar dan salah, baik dan buruk, dan dualitas lainnya tidak mudah dibedakan. Dalam Serat Kalatidha dalam pupuh sinom disebutkan seperti berikut :”menyaksikan zaman gila, serba susah dalam bertindak, ikuti gila tidak akan tahan, tapi kalau tidak ikut gila, tidak akan mendapat bagian, kelaparan pada akhirnya, namun telah menjadi kehendak Tuhan, sebahagia-bahagianya orang yang lalai, akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada,” kiranya jelas yang dimaksudkan dengan zaman edan dalam pupuh ini. selengkapnya

Merendah Itu Indah

kategori: Artikel Baru
Haru, terkejut, sedih bercampur menjadi satu ketika seseorang kakak menelpon dan mengabarkan bahwa ibu tercinta telah tiada. Masih teringat jelas bagaimana sosok ibu melindungi anak-anaknya dalam banyak kesempatan sambil menangis, anak-anaknya yang disusui ibu sampai kelas satu sekolah dasar. Setiap kali pulang sekolah anak-anak anak-anak mencari pengakuan ibunya untuk meminum susu yang terenak, tersehat, dan terbaik di dunia. selengkapnya

Wiswakarma dan Arsitektur

kategori: Artikel Baru
Masyarakat di muka bumi ini dilahirkan dalam berbagai perbedaan. Akibat dari perbedaan wilayah atau tempat kelahiran tersebut, maka masyarakat atau warga itu pun dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan atau tempat dimana mereka itu dilahirkan dan hal ini menghasilkan keberagaman dalam kehidupan masyarakat kita. Ini kita bisa saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari, misalnya tentang keberagaman jenis makanan, tata cara bercocock tanam, bahkan bentuk-bentuk bangunan. selengkapnya

Kekuatan Mantra Terwujud Saat Pikiran Releksasi

kategori: Artikel Baru
Puja Mantra adalah salah satu kalimat atau bait doa yang terdiri dari kata-kata yang umumnya bersifat rahasia yang dipergunakan oleh seseorang pemuja untuk berkomunikasi dengan Tuhan atau sesuatu yang diyakininya. Mengapa Puja Mantra dikatakan sebagai alat untuk komunikasi, seakan pafa saat persembahyangan dengan memanjatkan Puja Mantram tertentu, telah terjadi suatu komunikasi antara umat dengan Tuhan-nya. selengkapnya

Politisi Hendaknya Menguasai Empat Ilmu

kategori: Artikel Baru
Menjadi seorang politisi tidaklah sekedar mengejar jabatan politik dengan berbekal segepok uang, merekayasa jaringan sosial dan punya tim sukses, karena swadharma politisi identik dengan swadharma Ksatriya Varna atau Raaja. Karena raaja tugas utamanya mengupayakan kebahagiaan orang banyak atau publik dengan tulus sesuai dengan swadharma politisi menurut ajaran Weda. Seseorang baru dapat disebut Ksatriya atau Raaja apabila dia sudah punya pengalaman hidup untuk mengupayakan kebahagiaan masyarakat umum atau mengurus kepentingan publik mendapatkan rasa aman damai dan sejahtera atau sudah menjadi Rajintah. selengkapnya

Sabdopalon dalam Konsep Ratu Adil

kategori: Artikel Pilihan
Ratu berasal dari kata rat yang berarti bumi. Tempat tinggalnya disebut ke-rat-on atau keratin. Kata ratu biasanya diartikan sebagai raja yang berjenis kelamin perempuan (queen), sedangkan raja laki-laki disebut lord. Dalam bahasa Jawa Kuna ratu berasal dari kata ra artinya “terhormat” dan tu artinya seseorang atau orang, jadi ratu artinya orang yang terhormat. Namun, dalam falsafat Jawa pengertian ratu adalah orang yang memiliki kekuatan mutlak, yang dalam dirinya terpusat bhuwana alit (mikrokosmos) dan bhuwana agung (makrokosmos). selengkapnya