Kerukunan Tangkal Fanatisme

 

Palembang - Kerukunan merupakan syarat mutlak bagi umat beragama untuk dapat menjalankan nilai-nilai agamanya dengan baik. Dengan kerukunan itulah, setiap umat beragama menjaga hermonisasi dan relasi antaragama sehingga dapat mencegah terjadinya konflik dan fanatisme antaragama, apalagi radikalisme.

Hal itu disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Festival Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional Ke-13 yang digelar did Dining Hall, Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (7/7) malam.

Lukman mengatakan, gerakan-gerakan fanatisme keagamaan terjadi di berbagai tempat secara sporadis. Mereka bahkan tak segan menggunakan cara kekerasan untuk memaksa penganut agama lain. Kondisi seperti itu tentu dapat memicu konflik yang berujung kekerasan dan radikalisme serta teror.

Oleh karena itu, ujar Lukman, Indonesia sebagai negara yang agamais seharusnya tetap menjaga kerukunan dan kedamaian agar setiap orang dapat menjalankan nilai-nilai agamanya secara baik. Salah satunya menghormati keyakinan setiap orang.

Menurut Lukman, kegiatan kebudayaan menjadi salah satu cara untuk memadukan perbedaan-perbedaan di antara umat beragama. Kegiatan ini tidak hanya terkait kebudayaan, tetapi juga suatu cara untuk mengolah rasa. "Beragama tidak hanya mengandalkan logika, nalar, pikiran, tetapi juga mengandalkan hati dan rasa," katanya.

Menjalankan nilai-nilai agama, lanjutnya, berarti juga turut menjaga harkat martabat dan sisi kemanusiaan dengan baik. "Kita harus bisa hidup berdampingan. Sejalan untuk menjaga hubungan baik antarumat beragama," katanya.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menambahkan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi tuga semua elemen bangsa dan masyarakat. Ales bersyukur di Sumsel tak pernah terjadi kerusuhan antarumat beragama apapun antaretnis karena setiap umat menjaga toleransi dan bekerja sama serta berkomitmen menjaga kerukunan dan harmonisasi beragama. "Semua pihak di Sumsel juga sangat menjaga hubungan baik dan saling menghormati satu dengan lainnya," ucap Alex.

Bahkan, sebagai simbol keberagaman, pemerintah provinsi akan membangun lima tempat ibadah untuk lima agama di kawasan Jakabaring, Palembang.

Ajakan menjaga kerukunan dan persatuan juga disampaikan Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya. Seluruh umat Hindu, katanya, terus berkomitmen menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama. Meningkatkan katakwaan menjadi langkah penting untuk mewujudkan persatuan. Selain itu, memilah informasi dari berbagai sumber juga harus dilakukan agar penyebaran informasi palsu dapat dicegah.

Festival Utsawa Dharma Gita adalah festival nyanyian suci umat Hindu yang diikuti oleh 32 provinsi dari seluruh Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada 6-10 Juli ini akan mempertunjukkan keindahan dan keragaman nyanyian suci agama Hindu.

Source: kompas.com