Ketua PHDI Kalsel Minta Umat Hindu Tak Golput Saat Pemilu 2019


(Foto: Ketua Keagamaan dan Spiritualitas PHDI Pusar Ir. I Dewa Putu Sukardi, Staff Ahli Bidang Pemasyarakatan dan SDM Pemprov Kalsel, Fathurahman, Ketua PHDI Provinsi Kalsel Ketut Artika, dan PU Banjarmasin Post Group, HG Rusdi Effendi)

Banjarmasin - Sekitar 650 umat hindu dari Kalimantan Selatan dan Kapuas berkumpul di Gedung Pasraman Pura Jagatnatha Suryanata Banjarbaru, Sabtu (23/3/2019).

Mereka melakukan rangkaian keagamaan yakni Dharma Santi, pada pukul 13.00 Wita. Dharma Santi dilakukan sebagai rangkaian perayaan hari Raya Nyepi secara filosofi mengadung makna untuk saling memaafkan antara sesama untuk mencari kedamaian.

Hadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Staff Ahli Bidang Pemasyarakatan dan SDM Pemprov Kalsel, Fathurahman. Mewakili Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Ketua Bidang Keagamaan dan Spiritualitas Ir. I Dewa Putu Sukardi.

Ketua Perisada Hindu Dharma Indonesia, Banjarbaru, Wayan Suhardika, tokoh Kalsel yang juga PU Banjarmasin Post group, HG (P) Rusdi Effendi AR, dan hadir pula Mantan Gubernur Kalsel, H Rudy Ariffin.

Serta hadir pegiat agama dan keyakinan yang tergabung dalam forum kerukunan antar umat beragama Kalsel berhadir.

Ketua Perisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Kalsel Ketut Artika, ketika diwawancarai mengemukakan bahwa tahun ini adalah tahun politik dimana kami mengangkat tema menukseskan pemilu tahun 2019 yang damai yang Santih yang artinya damai.

"Saya selalu mengimbau kepada umat hindu di Kalsel jangan golpout harus berpartisipasi untuk mengedepankan bangsa. Mencoblos dan tidak dipengaruhi orang lain. Karena jika dipengaruhi orang lain itu akan menyesatkan untuk diri dan bangsa kita. Karena itu kewajiban kita," tandas Ketut Artika ketika diwawancarai.

Disebutkan dia, tradisi Dharma Shanti ini adalah rangkaian peringatan hari raya nyepi tahun baru saka 1941 Kalsel dengan tema "Melalui Catur Brata penyepian, kita mensuksekan pemilu 2019,"

Perayaan nyepi pada umumnya, sama ketika Hari Nyepi, umat hindu melaksanakan catur brata penyepian. Di antaranya Amati Geni, Amati Karya, amati Lelungan dan Amati Lelungaan.

"Itu yang harus dikendalikan dari dalam kita. Melalui rangkaian itu kita dibersihkan untuk mengarungi kehidupan kedepan. Kalau sudah dengan hati yang bersih niscaya akan berbuat lebih baik. Diharapkan umat hindu akan mencapai kehabagaian," kata dia.

Sementara, Staff Ahli Bidang Pemasyarakatan dan SDM Pemprov Kalsel, Fathurahman menyampaikan bahwa hendaknya momen ini diharapkan bisa menjadikan diri yang lebih baik, saling introspeksi dan memaafkan apalagi di momen politik.

Dalam acara tersebut Ketua Perisada Hindu Dharma Indonesia, Provinsi, Ketut Artika menyempatkan memberikan kenang kenangan berupa plakat kepada PU Banjarmasin Post Group, HG (P) Rusdi Effendi, dan Fathurahman yang Gubernur Kalsel.

Source: http://banjarmasin.tribunnews.com