Rakornas KMHDI XIII, Generasi Muda Hindu Diajak Bijak Sikapi Perbedaan

Denpasar – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) XIII di Gedung Ksinarnawa Taman Budaya Art Center, Denpasar, Kamis (31/8). Rakornas yang akan berlangsung hingga 7 September mendatang ini mengambil tema “Teguhkan Ideologi Bangsa Untuk Indonesia Berdaulat” dengan mengundang Menkopolhukam RI, Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, SH., sebagai keynote speakers, sekaligus membuka Rakornas KMHDI XIII tersebut.

Tujuan Rakornas KMHDI XIII ini adalah untuk berkoordinasi dan konsolidasi internal dengan anggota KMHDI yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Pada Rakornas KMHDI XIII juga dilakukan penandatanganan deklarasi Pancasila antara KMHDI dengan Menkopolhukam.

Ketua Panitia Rakornas KMHDI XIII, I Wayan Suartika, S.Ag.,M.Ag., mengatakan Rakornas KMHDI XIII ini mengambil tema “Teguhkan Ideologi Bangsa Untuk Indonesia Berdaulat” dengan menggunakan Barong sebagai maskot Rakornas sebagai simbol kemenangan dharma melawan adharma. Sebab, filosofi Barong memberi makna bagaimana generasi muda Hindu bisa melihat secara teliti perkembangan global, sehingga bisa memberi solusi terhadap masalah yang dihadapi.

Seperti halnya telinga barong yang besar mencerminkan bahwa generasi muda Hindu harus bisa mendengarkan segala informasi yang berkembang dimasyarakat sehingga generasi muda Hindu bisa menyikapinya dengan bijak. “Mulut Barong artinya kita harus berani bersuara sebagai generasi muda Hindu dalam konten intelektual dan sesuai dengan apa yang terjadi di masyarakat. Taring panjang Barong menyimbolkan bahwa kita sebagai generasi muda Hindu harus berani mengungkap dan berbuat yang baik yang sesuai dengan dharma agama dan dharma negara,” jelas Suartika, Kamis (31/8).

Presidium KMHDI, I Putu Wiratnaya, S.Kom., M.Si.M., menjelaskan tema yang diangkat pada Rakornas KMHDI XIII ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini, bahwa ada sekelompok orang yang meragukan Pancasila sebagai dasar negara bangsa dan ingin memecah belah bangsa Indonesia dengan dengan isu SARA dan menyebarkan berita hoax. “Mari kita sama-sama generasi muda untuk memilih dan memilah mana informasi yang benar dan mana yang tidak. Sudah seharusnya generasi muda memikirkan apa yang harus kita persiapkan dikemudian hari jika kita menjadi pemimpin, agar tidak lagi dihadapkan dengan persoalan-persoalan seperti ini,” tegas Wiratnaya.

Apalagi, kata dia, kemerdekaan bangsa Indonesia 70 tahun yang lalu sudah selesai, sehingga tidak perlu meragukan Pancasila sebagai dasar negara dengan menggunakan isu SARA sebagai pemecah belah NKRI. Secara kelembagaan, pihaknya sangat mendukung Perppu No.2 Tahun 2017 tentang pembubaran ormas yang bertentangan dengan Pancasila. “Kami KMHDI adalah organisasi yang berlandaskan Pancasila dan kami siap mendukung kebijakan pemerintah tentang Perppu pembubaran ormas yang menentang ideologi Pancasila,” tandasnya.

Menkopolhukam RI, Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, SH., mengatakan ancaman negara tidak lagi dalam bentuk militer, tetapi ancaman terhadap keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa sudah berubah dengan pola yang jauh lebih berbahaya dengan sifatnya multidimensional dan menyerang dari semua lini kehidupan. Ancaman ini disebabkan karena manusia mempunyai instrumen yang menggunakan perkembangan teknologi.

“Sekarang tidak ada ancaman militer, kalau kita melatih warga negara dengan latihan militer seperti negara Israel, maka tidak tepat dengan situasi ancaman yang sedang terjadi di negara kita. Karena itu akan menghabiskan APBN yang besar melihat penduduk Indonesia sangat banyak, sehingga latihan bela negara dengan menanamkan karakter di setiap jiwa warga Indonesia dan harus secara bersama-sama menghadapi ancaman tersebut dengan memilih dan memilah segala informasi yang diterima,” tegas Wiranto.

Selain itu, ada tiga hal yang harus ditumbuhkembangkan di setiap jiwa warga Indonesia untuk membangun bela negara, terutama bagi generasi muda bangsa, yaitu rasa memiliki, wajib bela negara yang dicintai dan berani mengintrospeksi diri. “Saya harap dengan Rakornas KMHDI XIII ini bisa menghasilkan rumusan-rumusan dan komitmen-komitmen untuk melawan ancaman negara saat ini, sehingga saya bisa menggandeng dan mengajak generasi muda Hindu untuk menyebarkan ke masyarakat bahwa ancaman baru terhadap Ideologi dan keutuhan NKRI sudah tersebar luas, sehingga bisa bersama-sama menghadapi ancaman tersebut dan bisa membumikan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia,” tandasnya.

Hadir dalam Rakornas KMHDI XIII ini diantaranya Anggota DPD-RI Dapil Bali, Gede Pasek Suardika, Ketua Umum PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Korem 163/Wira Satya, Ketua KPU se-Bali dan seluruh anggota KMHDI se-Indonesia.

Source: balipost.com