Umat Hindu Blitar Gelar Melasti di Pantai Jolosutro

Jakarta - Sekitar 15 ribu umat Hindu melaksanakan upacara Melasti di Pantai Jolosutro Desa Ringinrejo, Wates Kabupaten Blitar, Minggu (19/3/2017). Umat Hindu yang datang tidak hanya dari seluruh Blitar, namun juga ada yang datang dari Kediri, Tulungagung, Trenggalek, dan Malang.

Sejak awal tahun 1990 Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kab/Kota Blitar memutuskan melaksanakan Melasti di Pantai Jolosutro ini.

"Dulu dilaksanakan di Blumbang Gede Nyunyur Soso, Gandusari. Setelah ada pengembangan wawasan kami menilai Pantai Jolosurtro lebih sakral karena lebih sesuai pada sastra suci, Amet sarining tirta kamandalu ritelenging samudra (untuk mengambil sari-sarinya air kehidupan di tengah samudra) ," jelas Panitia Melasti, Yuliono pada detikcom di sela acara.

Informasi yang dihimpun, Pantai Jolosutro dulu juga dikenal sbg tempat pembantaian romusha pada jaman Jepang. "Ceritanya banyak orang disuruh mathoki (memasang patok di tepi laut). Malam dipasang tapi pagi sudah hilang hanyut diterjang ombak. Sampai banyak yang meninggal tidak sempurna," jelas Yuliono.

Menurut Yuliono, banyak roh belum mencapai kesempurnaan, karena salah pati. "Diharapkan dengan Melasti bisa menyucikan roh agar mencapai kesempurnaan atau sampurno moksa. Sehingga energi negatif di dunia semakin berkurang," ungkapnya.

Upacara Melasti dilaksanakan untuk menyucikan jagad ageng dan jagat alit (komunikasi manusia secara horisontal dan vertikal) untuk menjalani hari raya nyepi 1939 saka.

Tampak Bupati Blitar, Rijanto didampingi Kapolres dan Komandan Kodim turut hadir dalam upacara ini.

"Saya sangat bersyukur, karena terciptanya harmoni antar umat beragama di Blitar ini. Acara hari ini bisa terlaksana dari kerjasama semua umat beragama, tidak hanya umat Hindu saja, bahkan Banser saya lihat full team membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas," ucap Rijanto dalam sambutannya.

Source: detik.com