Artikel Pada Kategori "Hari Suci"

Menyelami Pesta Cahaya Dipavali

kategori: Hari Suci
Jyotisa adalah Dipa, lampu suci atau sinar suci penerang kegelapan. Kini umat Hindu Dharma di Nusantara mulai diperkenalkan tentang perayaan lampu suci Dipa yang dinamakan Dipavali. Selamat bagi umat yang merayakannya. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa mengaruniai segala jenis kecemerlangan dalam hidup. selengkapnya

Ilmu Abimanyu

kategori: Hari Suci
Kerajaan Dwaraka diliputi sukacita. Arjuna, ayah dari bayi dalam kandungan Subadra, dengan penuh kesabaran merawat, menjaga, dan mengajarkan berbagai ilmu kepada anak yang masih ada didalam perut Subadra itu. Ia kadang mendongeng, kadang berfilsafat. Lebih sering ia bercerita tentang ilmu perang, sesuatu yang sangat disukai dan dikuasainya. Subadra kadang mendengarkan dengan antusias, kadang bosan, bahkan tak jarang ia tertidur sebelum Arjuna menuntaskan sebuah cerita. selengkapnya

Nyepi, Kerja, dan Kemuliaan Hidup

kategori: Hari Suci
Pada tanggal 28 Maret 2017 yang lalu, umat Hindu di seluruh pelosok nusantara baru saja melaksanakan hari raya Nyepi, sebagai penanda awal tahun baru saka 1939. Sebelumnya, dilaksanakan upacara melasti, yaitu upacara penyucian pratima ke sumber-sumber mata air atau laut. Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu secara nasional mengadakan upacara Tawur [ruwatan bumi] yang dipusatkan di depan candi Prambanan, Jateng diikuti dengan hal yang sama di masing-masing Provinsi lain. selengkapnya

Hari Raya Kuningan Sebagai Tonggak Meningkatkan Keharmonisan Keluarga

kategori: Hari Suci
Sebagai umat Hindu kita sungguh sangat bersyukur karena kita banyak mempunyai hari-hari suci keagamaan. Ada yang datangnya setiap enam bulan sekali (tepatnya setiap 210 hari sekali), seperti Hari Raya Galungan dan Kuningan, ada juga yang datangnya setahun sekali, seperti Hari Raya Nyepi dan Hari Siwaratri. Hari ini, Saniscara Kliwon Kuningan, kita merayakan Hari Raya Kuningan. selengkapnya

Dharmayudha Galungan

kategori: Hari Suci
Hari raya Galungan adalah salah satu hari raya umat Hindu yang pelaksanaannya dilaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali atau enam bulan kalender Bali yaitu 210 hari sekali tepatnya pada Budha Kliwon Dungulan. Penjadwalannya didasari atas perhitungan kalender Pawukon, yaitu kalender yang penghitungannya atas dasar daur hari Wuku dan Wewaraan. selengkapnya

Nyepi dan Peradaban Berkualitas

kategori: Hari Suci
Tanggal 1 bulan Waisaka Tahun Saka 1939 bertepatan dengan Selasa, 28 Maret 2017, dirayakan umat Hindu sebagai Tahun Baru Saka. Sudah lama umat Hindu Indonesia merayakan Tahun Baru Saka dengan melaksanakan Nyepi. Ritual Nyepi diawali dengan melaksanakan melasti, kemudian dilanjutkan dengan tawur agung. Lalu, Nyepi selama penuh dan diakhiri ngembak nyepi atau geni. selengkapnya

Nyepi untuk Keutuhan NKRI

kategori: Hari Suci
Selamat datang Tahun Baru Saka 1939. Tahun Saka sebagai penanggalan yang sejak belasan abad yang lalu digunakan sebagai penanggalan resmi di seluruh Nusantara segera akan memasuki tahun yang ke-1939. Penanggalan Saka yang dimulai sejak 21 Maret 78 Masehi merupakan tonggak sejarah berakhirnya perang antarsuku di daratan Bharatawarsa yang ketika itu meliputi wilayah India, Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh (saat ini). selengkapnya

Santi Nawa Warsa: 'Akhir Tahun untuk Mulat Sarira, Mengalami Atman'

kategori: Hari Suci
Hari suci dalam agama Hindu selalu terkait dengan waktu, baik sasih maupun wuku. Hal ini menunjukkan kejelian penerapan ilmu astronomi (jyotisa) oleh para Rsi sebagai ilmuan yang menghubungkan fenomena alam berupa peredaran matahari, bulan, bintan dan benda langit lainnya serta pengaruhnya terhadap kelahiran, kehidupan, dan kematian. Tak terkecuali hari raya nyepi yang jatuh pada penanggal 1 sasih ke dasa sekitar bulan maret. selengkapnya

Genderang Prambanan

kategori: Hari Suci
Prambanan adalah salah satu kaukus yang menengahi Sleman dan Klaten, membatasi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada sekitar 850 atau abad 9, di wilayah itu, candi-candi bertekstur ramping didirikan, disusun megah menjulang. Manyaksikan ujungnya dari kejauhan, tak keliru Prambanan terpuji sebagai artefak terastistik dan estetik seantero nusantara, mungkin juga di dunia. Tak sampai disitu, kisah mistik berbaur mitos dan gaib membuatnya semakin ikonik. Ia adalah glorifikasi dari berbagai fitur, dari agama hingga budaya. UNESCO tidak pernah ragu menjadikannya salah satu Situs Warisan Dunia pada 1991. selengkapnya

Mulat Sarira di Hari Kuningan

kategori: Hari Suci
Di Hari Raya Kuningan saat ini, setelah kita berbhakti kepada leluhur di pagi hari, marilah kita melakukan koreksi diri dengan melakukan mulat saria alias introspeksi diri. Mulat sarira ini penting dilakukan untuk membentengi diri kita agar tidak banyak terpengaruh nafsu-nafsu buruk, baik yang masih di dalam pikiran mau pun yang sudah menjadi perbuatan. Bukankah di Hari Raya Kuningan ini kita membuat tamiang di setiap persembahan dan itu adalah simbul kita membentengi diri. selengkapnya