Artikel Pada Kategori "Upacara"

Kala

kategori: Upacara
Waktu sangatlah singkat sekadi kedaping tatit, dalam sedetikpun Hyang Widhi tidak bekerja dunia akan hancur. Dimensi waktu ala ayuning dewasa (baik dan buruk). Dalam lingkar waktu umat Hindu selalu disertai dengan doa dan ritus, galang kangin, tajeg surya sandi kala. Preusz menyatakan bahwa ritus atas waktu merupakan dorongan mistikal untuk berbakti pada kekuatan tertinggi yang tampak konkret di sekitarnya, dalam keteraturan alam, pergantian musim, kedahsyatan alam, dan masalah hidup dan maut. selengkapnya

Yadnya Sebagai Way Of Life

kategori: Upacara
Secara etimologis, yadnya sering dihubungkan dengan “pengorbanan” atau “kurban”. Arti yadnya sesungguhnya juga berarti “tindakan pemujaan” atau “ketaatan”. Itulah sebabnya, berdasarkan etimologinya, yadnya dapat diartikan sebagai ketaatan melakukan tindakan pemujaan melalui pengorbanan suci. selengkapnya

Trimatra Manajamen Hindu

kategori: Upacara
Dalam ilmu manajemen, tentu konsep ini bisa dilihat dari sisi keluasan dan betapa pentingnya implementasi manajemen dalam kehidupan kemasyarakatan, karena disadarai bahwa manajemen penting untuk semua orang, terlebih lagi organisasi. Manajemen sangat diperlukan agar segala sesuatunya dapat terencana, terorganisasi, terarah, dan terkontrol. selengkapnya

Sarining Yadnya Desa, Kala, Patra

kategori: Upacara
“Yadnya” tak tulus iklas bukanlah sesungguhnya yadnya sempurna. Tulus iklas tak dapat diukur, namun dapat dirasakan dan direnungkan siapa saja sebagai pelakon yadnya. Yadnya adalah korban suci yang jauh dari ketidak-sucian. Tulus iklas merupakan wujud kesucian hati nurani yang menjadikan yadnya satwika, unggul utama. Yadnya satwika lahir dari ketidakterikatan diri dan tak memaksakan diri. selengkapnya

Makna Simbolik Sesajen Sunda

kategori: Upacara
Dalam kehidupan bermasyarakat sekarang tidak sedikit orang yang menganggap sesajen ini berbenturan dengan norma-norma agama tertentu, akan tetapi jika kita mengetahui arti dan makna yang terkandung di alamnya, kita tidak akan menganggap sesajen sebagai hal yang tabu lagi, karena sesajen merupakan warisan budaya dari leluhur yang harus dijaga kelestariannya. selengkapnya

'Nunas Ajengan' Dalam Tradisi Leluhur

kategori: Upacara
Tradisi “melakukan sesuatu” sebelum makan merupakan peradaban sangat kuna. Ia telah eksis pada zaman Yajur Veda paling tidak, yang berarti zaman yang sudah tidak bisa diperkirakan entah oleh ketajaman kecerdasan manusia ataupun oleh mesin paling modern sekalipun. selengkapnya

Banten Sebagai Bahasa Simbol

kategori: Upacara
BANTEN dalam lontar Yajna Prakrti memiliki tiga arti sebagai simbol ritual yang sakral. Dalam lontar tersebut banten disebutkan: "Sahananing Bebanten Pinaka Raganta Tuwi, Pinaka Warna Rupaning Ida Bhattara, Pinaka anda Bhuvana". Dalam lontar ini ada tiga hal yang dibahasakan dalam wujud lambang oleh banten yaitu: "Pinaka Raganta Tuwi" artinya banten itu merupakan perwujudan dari kita sebagai manusia. "Pinaka Warna Rupaning Ida Bhatara" artinya banten merupakan perwujudan dari manifestasi (prabhawa) Ida Hyang Widhi. Dan "Pinaka Andha Bhuvana" artinya banten merupakan refleksi dari wujud alam semesta atau Bhuvana Agung. selengkapnya

Manusa Yajna Tidak Sebatas Upacara Sarira Samskara

kategori: Upacara
Bhakti Marga Yoga adalah menyalurkan atau mencurahkan cinta yang tulus dan luhur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kesetiaan kepada-Nya, pelayanan, perhatian yang sungguh-sungguh untuk memujaNya. Bhakti mempunyai pengertian jauh lebih luas dibandingkan dengan persembahyangan. Bhakti merupakan landasan filsafat melalui cinta kasih yang tulus dan pengabdian yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa atau sebagai menifestasiNya atau IstadewataNya. selengkapnya

Upacāra dan Upakāra Sebuah Kajian Filosofis [2]

kategori: Upacara
Seiring dengan pesatnya perkembangan Iptek dan gencarnya penyiaran agama baik yang dilakukan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Departemen Agama, LSM, Organisasi Kepemudaan, Banjar dan Desa Adat, membuat perkembangan umat Hindu terutama dari sisi kualitas semakin menggembirakan. Hal ini tampak dengan semarak diadakannya acara-acara keagamaan baik dalam bidang ritual, kesenian, seminar keagamaan, munculnya kelompok–kelompok kajian Veda, sekeha pesantian, kelompok meditasi dan sebagainya. selengkapnya