Artikel Pada Kategori "Upacara"

Upacāra dan Upakāra Sebuah Kajian Filosofis [2]

kategori: Upacara
Seiring dengan pesatnya perkembangan Iptek dan gencarnya penyiaran agama baik yang dilakukan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Departemen Agama, LSM, Organisasi Kepemudaan, Banjar dan Desa Adat, membuat perkembangan umat Hindu terutama dari sisi kualitas semakin menggembirakan. Hal ini tampak dengan semarak diadakannya acara-acara keagamaan baik dalam bidang ritual, kesenian, seminar keagamaan, munculnya kelompok–kelompok kajian Veda, sekeha pesantian, kelompok meditasi dan sebagainya. selengkapnya

Lungsuran Vs Prasadam

kategori: Upacara
"Orang saleh yang memakan makanan yang sudah dipersembahkan terlebih dahulu sebagai persembahan suci, terbebas dari segala jenis dosa, sedangkan mereka yang memasak makanan untuk kenikmatan diri sendiri sesungguhnya mereka hanya mereka hanya memakan dosa". (Bhagavadgita III.13) selengkapnya

Bentuk Yadnya Bukan Hanya Ritual

kategori: Upacara
Secara terminologi kata yadnya berasal dari urat kata "yaj" yang berarti kurban suci atau persembahan. Dalam konteks Tri Kerangka Agama Hindu, istilah yadnya sering dipersamakan dengan upacara, sehingga menjadi upacara yadnya, dengan materi pokok berupa upakara (bebantenan) sebagai sarana persembahan yang biasanya disertai juga dengan acara persembahyangan. selengkapnya

Perbedaan Ritual dan Spiritual

kategori: Upacara
Dalam hubungan dengan pendapat seputar wisata spiritual dapat dijabarkan sebagai kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang yang bertujuan untuk melakukan kegiatan ritual untuk ikut menyaksikan atau ikut serta dalam kegiatan ritual. Dari apa yang penulis baca dari buku arti dan fungsi sarana upakara yang disusun oleh enam tim penyusun buku-buku Agama Hindu Pemerintah Daerah Tingkat I Bali. Dalam kata pengantar halaman IX menguraikan: Ritual (upacara) Agama mengandung nilai-nilai filosofi keagamaan yang divisualkan dalam berbagai bentuk upakara dan tata upakaranya. selengkapnya

Sang Hyang Kumara: Sebuah Kajian Mitos

kategori: Upacara
Agama Hindu sebagai agama wahyu pada hakikatnya memuat konsep-konsep kebenaran yang hakiki. Konsepsi itu dituangkan dalam kitab-kitab suci, baik dalam bentuk kakawin maupun tutur. Di samping itu bagi umat Hindu di Bali, cara yang lazim juga digunakan sebagai usaha menjembatani diri mereka dengan kebenaran yang tertinggi (Tuhan) adalah melalui yadnya. Agama Hindu yang sekarang diwarisi di Bali adalah sebuah perpaduan akulturatif antara tradisi kecil (budaya Bali) dengan tradisi besar (Hindu) yang datang dari India. Oleh karena itu agama Hindu merupakan hasil akulturasi maka beberapa tradisi lokal masih tetap bertahan hingga saat ini. Masuknya agama Hindu lebih banyak bersifat mempermulia apa yang telah ada di Bali. selengkapnya

Canang Sari Sebagai Persembahan

kategori: Upacara
CANANG sari sebagai persembahan yang paling sederhana tiba-tiba dipersoalkan orang. Apakah canang sari yang dibeli di pasar-pasar itu memenuhi syarat untuk persembahyangan dalam ritual Hindu? Ada yang mempertanyakan ini karena sepintas ada canang sari tak ubahnya hanya rangkaian bunga warna-warni saja. Apalagi yang membuat dan menjual canang sari itu belum tentu pedagang yang beragama Hindu. Di sebuah media sosial bahkan pernah diunggah foto ada wanita berjilbab yang menjual canang sari. selengkapnya

Yoga dan Bhoga

kategori: Upacara
Ada tradisi yang patut mendapat perenungan dalam masyarakat, yaitu bahwa tidak boleh mengganggu orang yang tengah tidur, demikian juga ketika orang sedang makan. Bahwa tidur menjadi pembahasan yang mendalam di dalam tradisi Hindu, termasuk tahapan-tahapannya, sampai pada tidur tanpa mimpi. Demikian juga makan sebagai penikmatan atas bhoga menjadi sangat dihargai tinggi, karena di sana terjadi penikmatan rasa. Tradisi tersebut juga menyatakan bahwa tidur maupun makan sesungguhnya adalah proses yoga, oleh karena itu situasi itu harus dijaga dan jangan diganggu. selengkapnya

Bali, Banten, dan Santun

kategori: Upacara
Salah saru kekhasan Bali adalah adanya banten (sesajen) yang begitu rumit kompleks tetapi juga sangat indah. Di balik banten ada berbagai makna filsafat atau tattwa yang menyertainya. Dan kata Bali sendiri memang berarti banten. Ada seorang raja di Bali di masa lalu bernama Astha Asura Ratna Bumi Banten, Raja yang dikalahkan oleh Gajah Mada dalam suatu ekspedisi yang dilakukan ke Bali. selengkapnya

"Yajna Agung" di Antara "Yajna Agung"

kategori: Upacara
"Para Yati, orang-orang suci yang melakukan sumpah suci den-gan tegas, ada yang mengorbankan harta benda sebagai persembahan suci yajna, ada yang melaksanakan pertapaan berat sebagai persembahan korban suci yajna, ada yang mempraktikkan yoga sebagai persembahan suci yajna, ada yang mempelajari secara pribadi kitab-kitab suci Veda, dan ada pula yang melaksanakan korban suci yajna dengan menyebarkan pengetahuan-pengetahuan suci." selengkapnya